search.google.com/test/rich-results

Cara Menggunakan Google Rich Results Test untuk Validasi Schema Markup

Does your page support rich results?

Google Structured Data Testing Tool (lama)

Cara Menggunakan Google Rich Results Test untuk Menguji Validitas Schema Markup

Semua schema disisipkan di dalam <head> menggunakan <script type="application/ld+json">. Schema ini tidak akan terlihat di tampilan browser, tetapi akan dibaca oleh mesin pencari seperti Google atau Bing. Schema Markup bermanfaat untuk menampilkan rich results, misalnya bintang rating, FAQ yang bisa diklik, atau cuplikan artikel.

Cara menggunakan Google Rich Results Test untuk menguji validitas struktur Schema Markup (<script type="application/ld+json">) yang telah disimpan sebagai file HTML (schema-markup.html) sebagai berikut ini.

Langkah-langkahnya:

  1. Buka halaman tes
    Klik atau buka di browser:
    📎 https://search.google.com/test/rich-results (terbatas hanya pada jenis rich result yang didukung)
    Atau lebih detail di Google Structured Data Testing Tool (lama) https://developers.google.com/search/docs/appearance/structured-data (masih bisa diakses untuk microdata)
    Atau Schema.org Validator.
  2. Pilih salah satu opsi input:
    Masukkan URL (jika HTML kamu sudah online).
    Atau klik tab “Code” untuk mengetes kode secara langsung.
  3. Jika pilih "URL":
    Sudah upload HTML ke server/hosting (misalnya GitHub Pages, Netlify, Vercel, atau situs kamu sendiri).
    Masukkan URL halaman.
    Klik “Test URL”.
  4. Jika pilih "Code":
    Copy seluruh isi HTML kamu (termasuk tag <html>, <head>, dsb).
    Paste ke dalam kotak kode di sana.
    Klik tombol “Test Code”.
    Namun, metode ini tidak bisa mengakses gambar atau file eksternal (seperti https://contoh.com/gambar.jpg). Maka pastikan semua URL valid.
  5. Tunggu proses scan
    Google akan memproses kode kamu dan menampilkan hasil validasi.
  6. Baca hasilnya
    Jika valid, akan muncul jenis rich result yang terdeteksi (FAQ, Article, Product, dll).
    Jika ada error atau warning, (kamu akan diberi tahu bagian mana yang perlu diperbaiki?).

📝 Tips:

  • Gunakan format JSON-LD (atau ld+json), bukan microdata atau RDFa. Schema ini sebaiknya ditempatkan di dalam elemen <head> atau <body> (Google mendukung keduanya) agar mudah dikenali oleh mesin pencari, lebih terpisah dari tampilan HTML, dan lebih mudah dikelola.
  • Gambar dalam schema harus menggunakan URL absolut (contoh: https://domain.com/gambar.jpg) dan dapat diakses publik. Hindari gambar dari localhost (contoh yang salah: http://localhost/images/foto.jpg) karena tidak dapat diakses oleh Googlebot. localhost hanya bisa dibaca di komputermu sendiri, bukan oleh publik (termasuk Googlebot), sehingga schema yang merujuk ke sana akan gagal divalidasi.
  • Schema yang valid meningkatkan peluang muncul sebagai hasil pencarian yang menonjol (rich results) dan lebih disukai oleh Google.
  • Pastikan semua aset seperti gambar, tautan, dan file lainnya dapat diakses publik oleh Googlebot.

Comments

Popular posts from this blog

Vault Frontend 2 V5

Atur Jarak Antar Elemen HTML