Pengaturan Trigger Google Apps Script
Situs ini menggunakan cookie dari Google untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya serta menganalisis lalu lintas. Pelajari lebih lanjut/ Oke, mengerti (This site uses cookies from Google to deliver and enhance the quality of its services and to analyze traffic. Learn more/ OK, got it)
A. Google Apps Script Overview Settings
B. Google Apps Script Editor Settings
C. Google Apps Script Project History Settings
D. Google Apps Script Trigger Settings
π Pengaturan Trigger Google Apps Script
1. Pilih Fungsi yang Akan Dijalankan
Choose Which Function to Run
π Keterangan / Note:
π§ Pilihan fungsi muncul otomatis berdasarkan skrip yang ada fungsi-fungsi functionName() tanpa parameter. Fungsi yang menerima parameter tidak muncul di daftar ini. Pastikan fungsi yang ingin dipicu **tidak memiliki parameter**, karena hanya fungsi tanpa parameter yang dapat dipicu dari trigger manual.
❗Jika hanya ada 1 fungsi di dalam kode, maka hanya satu yang akan muncul di sini.
✔️ Jika ada 3 fungsi seperti di atas, maka ketiganya muncul sebagai pilihan.
Penjelasan & Contoh Fungsi:
– checkStockAlerts: Mengecek stok barang dan mengirimkan peringatan jika stok hampir habis.
Contoh: Jika stok kurang dari 10, sistem akan mengirim email ke bagian gudang.
– checkAndRunEvery15Sec: Digunakan untuk pengecekan rutin, ideal untuk simulasi atau pengujian logika. Perlu dicatat bahwa trigger Google tidak mendukung eksekusi setiap 15 detik secara nyata.
Contoh: Mensimulasikan pengecekan pembaruan data dari API eksternal.
– doGet: Fungsi endpoint yang menangani permintaan dari internet (API publik).
Contoh: Website eksternal mengakses data dari Google Sheets melalui URL fungsi doGet.
2. Pilih Sumber Pemicu
Select Event Source
Penjelasan & Contoh:
- Dari Spreadsheet: Aktif saat seseorang membuka atau mengedit Google Sheets.
Contoh: Saat pengguna mengubah data, fungsi validasi otomatis dijalankan.
- Berdasarkan Waktu: Aktif secara berkala tanpa interaksi pengguna.
Contoh: Mengirim email laporan setiap pagi jam 7.
- Dari Kalender: Aktif berdasarkan kejadian di Google Kalender.
Contoh: Menambahkan catatan otomatis ketika acara dimulai.
3. Pilih Jenis Pemicu
Select Event Type
Penjelasan & Contoh:
- Saat Dibuka: Fungsi berjalan saat spreadsheet dibuka oleh pengguna.
Contoh: Menyambut pengguna dengan pesan selamat datang.
- Saat Diedit: Fungsi berjalan ketika ada pengeditan sel.
Contoh: Menghitung otomatis total jika kolom harga berubah.
- Saat Ada Perubahan: Mirip onEdit tapi juga mencakup perubahan dari skrip atau impor.
Contoh: Menyimpan data log saat ada perubahan impor data.
- Saat Formulir Dikirim: Hanya aktif jika spreadsheet terhubung dengan Google Form.
Contoh: Mengirim notifikasi ketika seseorang mengisi form pendaftaran.
4. Pengaturan Notifikasi
Notification Preferences
Penjelasan & Contoh:
- Segera: Dapatkan notifikasi langsung saat terjadi error atau kejadian.
Contoh: Fungsi gagal dan email langsung dikirim.
- Setiap Jam: Ringkasan error atau status akan dikirim tiap jam.
Contoh: Anda mendapat laporan jika ada error selama 1 jam terakhir.
- Setiap Hari: Ringkasan kejadian dikirim setiap hari.
Contoh: Email ringkasan pengiriman form harian.
- Setiap Minggu: Notifikasi mingguan untuk error atau log aktivitas.
Contoh: Laporan mingguan penggunaan sistem absensi.
E. Google Apps Script Execution Settings
Executions
π§ Apa itu Executions?
Panel Executions di Google Apps Script menampilkan daftar semua fungsi yang dijalankan dalam proyek, baik sukses maupun gagal.
π Apakah tampil real-time?
✅ Ya, jika Anda membuka panel View > Executions dan mencentang "Show real-time log", maka data log akan muncul otomatis saat fungsi dijalankan.
❌ Jika centang dihilangkan, log tetap dicatat, tapi tidak diperbarui otomatis.
⛔ Menutup panel tidak menghentikan proses eksekusi — semua tetap tercatat dan bisa dilihat nanti.
⏱️ Contoh:
Jika Anda membuat fungsi dengan trigger tiap 1 menit, lalu menjalankan script selama 40 menit, maka walau panel executions ditutup, 40 entri tetap tercatat. Saat panel dibuka kembali, seluruh histori akan ditampilkan.
Filters
- Start Time: Menunjukkan waktu ketika eksekusi (script) dimulai.
- Status: Menampilkan status hasil eksekusi, seperti Completed, Failed, atau Timed Out.
- Type: Jenis pemicu atau cara eksekusi, misalnya Time-driven, Manual, atau OnEdit.
- Ran As: Menunjukkan identitas user atau sistem yang menjalankan script, biasanya "user" atau "system".
- Deployment: Menandakan versi deployment yang digunakan (misalnya:
HEADatauLast Deployed). - Trigger ID: ID unik dari pemicu (trigger) yang menjalankan script, berguna untuk menelusuri atau menghapus trigger tertentu.
F. Google Apps Script Project Settings
General Settings
π§ Fungsi dan Penjelasan:
-
✅ Log uncaught exceptions to Cloud Logs
Mengirim error (yang tidak ditangani) ke Google Cloud Logging.
Contoh: Jika fungsi gagal karena kesalahan sintaks atau API, lognya bisa dilihat lebih detail di Cloud. -
✅ Enable Chrome V8 Runtime
Mengaktifkan dukungan fitur JavaScript modern sepertilet,const,arrow functions, danasync/await.
Sebaiknya tetap aktif agar kompatibel dengan fitur modern Apps Script. -
⬜ Show "appsscript.json" manifest file in editor
Jika dicentang, Anda bisa melihat dan mengedit file konfigurasi proyek.
Digunakan untuk mengatur oauthScopes, library, runtimeVersion, dan lainnya.
π Apa itu Script ID?
Script ID adalah kode unik untuk setiap proyek Google Apps Script. Letaknya ada di bagian bawah Project Settings.
Anda bisa menggunakan Script ID untuk:
- π¦ Mengimpor library dari proyek lain (di
Resources > Libraries) - π Berbagi akses kode ke proyek tertentu tanpa berbagi seluruh file
- π€ Menghubungkan dengan API Deployment dari luar (CLI / App Script API)
Contoh Script ID:
1AbCDeFG_hiJkLmNoPQrStUVwXyZ1234567890abcdEfG
Comments
Post a Comment